The Scent Of Sake merupakan salah satu novel setebal 544 halaman yang menceritakan satu tokoh perempuan bernama Rie, anak Kanzaemon ke-9, pemimpin rumah sake terkenal di Jepang. Sejak kecil, Rie telah menaruh perhatian dan minat yang besar dalam mempelajari sake dan membantu bisnis ayahnya tersebut. Sayang, perempuan dalam budaya keluarga pembuat sake sangat dilarang keras memasuki kura (rumah sake). konon, jika seorang perempuan masuk ke dalam rumah sake, sake tersebut akan menjadi asam.
Rie sebagai anak pertama keluarga sake omura dengan produk sake white tiger yang begitu terkenal, menyimpan perasaan tertekannya sendiri. Di usia mudanya, Rie dihinggapi rasa bersalah sebab kematian adik lelakinya, satu-satunya pewaris rumah sake keluarga mereka. Rie harus memendam perasaan sukanya terhadap Saburo, salah satu anak dari kelaurga pembuat sake lain dan dirinya justru menikah dengan Jihei, lelaki yang tidak disukainya.
Secara garis besar, novel ini menceritakan bagaimana Rie, perempuan kelaurga Omura mewujudkan cita-cita sang ayah menjadikan sake white tiger sebagai sake nomor satu di Jepang. Tetapi sebelum membahas unsur budaya (menarik) Jepang yang ditampilkan dalam cerita ini, saya ingin membahas perihal sinopsis, dan detail buku lebih dulu, ya.
***
Judul Buku : The Scent Of Sake
Penulis : Joyce Lebra
Alih Bahasa : Gema dan Wirawan Sukarwo
Penerbit : Gagasmedia
Tahun Terbit : 2013
Tebal Halaman : 544 halaman
Pada abad sembilan belas, setiap perempuan Jepang harus siap "membunuh dirinya sendiri". Bahwa hak-haknya telah dibatasi dan perempuan tak dianggap kehadirannya. Namun, Rie, putri satu-satunya keluarga Omura, menolak melakukannya.
Sejak kecil Rie tahu terlahir menjadi perempuan di keluarganya adalah sebuah kontradiksi. Di satu sisi, ia harus siap menjadi penanggung keberlangsungan generasi keluarga, di sisi lain ada batas-batas yang tidak boleh ia langkasi. sebagai pewaris bisnis sake, ia tidak boleh memasuki kura -gudang pembuatan sake, karena seorang perempuan akan membuat sake menjadi masam.
Jihei, suami pilihan keluarganya, tidak lebih dari sekadar pemabuk yang tidak memiliki naluri bisnis. bahkan, ia memaksa Rie mengasuh anak-anak dari geisha yang dihamilinya. Rie melakukannya hanya demi satu hal, keberlangsungan keluarga Omura.
Sistem budaya Jepang kuno mengimpit Rie, menghalangi geraknya dari berbagai arah. Rie yang cerdas menyusun atrategi, bukan hanya untuk membuat sake kelaurga Omura menjadi nomor satu, juga untuk mencari kebahagiaannya sendiri.
The scent of sake merupakan sebuah karya epik dari Joyce Lebra tentang bagaimana seorang perempuan bertahan dari apa pun yang mendominasinya. Bahwa pundak seorang perempuan, terkadang jauh lebih kuat saat menahan beban yang diletakkan di atasnya.
***
Joyce Lebra merupakan seorang professor di Universitas Colorado yang telah diakui sebagai ahli dalam kebudayaan Jepang, India, dan Asia Pasifik. Maka tidak heran, novel ini begitu sarat akan unsur-unsur budaya Jepang yang begitu ditonjolkan penulis. Penulis memberikan banyak istilah-istilah benda-benda, maupun budaya-budaya dari Jepang.
Pada tahun 1800an, di Jepang terdapat tiga kelaurga berkuasa, yakni keluarga bangsawan, keluarga pembuat sake, dan keluarga samurai. Rei yang lahir sebagai seorang perempuan kurang memiliki peranan dalam keluarganya, terlebih pada tahun tersebut anak laki-laki dianggap jauh lebih berharga, serta anak laki-laki lah yang selalu menjadi kepala keluarga.
Selain bias yang cukup besar pada kesetaraan gender, buku ini juga memberikan pemahanan tentang bagaimana geisha sangat lumrah di Jepang. Pada abad ini, perselingkuhan di rumah-rumah geisha dianggap sangat umum, bahkan ketika anak yang terlahir dari geisha adalah laki-laki, sering kali anak tersebut di adopsi dan diangkat sebagai penerus keluarga yang sah. Tentu hal ini memberikan pandangan yang benar-benar baru bagi pembacanya.
Selain kedua hal di atas, pada buku ini juga menceritakan lumrahnya perjodohan di kelaurga-keluarga jepang, juga bagaimana persaingan demi menjadi sake nomor satu di Jepang. Buku ini benar-benar memberikan banyak informasi tentang bagaimana budaya Jepang dan peran perempuan di dalamnya. Sebuah gerakan baru, tentang bagaimana Rei, sosok perempuan yang mampu memimpin di balik layar kesuksesan keluarganya.


0 Komentar