![]() |
| nawaituininnawa seperti kapal yang membawa menuju tak terbatas dan melampauinya- (Langkai tahun 2018; dokumentasi pribadi) |
Saya mulai rutin menulis dan publikasi sejak tahun 2015, sewaktu semester pertama perkuliahan di Kota Makassar. Nawaituininnawa berasal dari dua suku kata, yakni ‘Nawaitu’ dan ‘Ininnawa’, merupakan nama yang saya pilih sebagai domain salah satu media menulis yang saya gemari ini. nawaitu, berarti niat dalam bahasa arab yang cukup dikenal dalam keseharian di daerah Sulawesi selatan tepatnya Luwu dengan dominasi suku bugis, sedangkan Ininnawa berarti niat yang baik, dengan harapan segala sesuatu yang tertulis selalu dimulai dengan niat yang baik, sebab saya salah satu yang percaya bahwa segala sesuatu berbuah baik jika dimulai dengan niat yang baik.
Blog telah menjadi medium yang bersahabat untuk menyimpan segala keluh kesah, catatan perjalanan, sampai essay dan resensi buku sejak dulu sekali. Sebelum berganti nama menjadi nawaituininnawa.com, blog ini dulunya bernama blognyanaksekolahan.blogspot.com yang telah rutin mengupdate tugas-tugas sekolah sejak SMA kelas dua. Di blog ini saya rutin mengupload tugas-tugas sekolah, termasuk soal-soal ulangan harian. Barulah setelah 2015 saat saya memutuskan untuk membeli domain dan rutin menulis, saya mulai rajin belajar tentang SEO, membuat tulisan yang mengalir sembari tetap menyenangi aktivitas ini.
![]() |
| Pengumuman penerima Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) Kelautan oleh Balebengong |
Blog itu Seperti Kapal
Benar. Blog itu ibaratnya sebuah
media, sebuah wadah untuk mewujudkan tujuan, cita-cita, atau harapan
penulisnya. Kebanyakan orang yang memulai blog untuk menjadi seorang yang
berpenghasilan, akan tertampar oleh kenyataan bahwa menghasilkan uang pertama
kali dengan blog bukanlah hal yang mudah, dan sayapun juga ikut merasakan
kesulitan tersebut. Saya sempat bergabung dengan google adsense, tetapi dengan
ketatnya peraturan dan ketidaktahuan tentang bayaran yang didapatkan, saya pun
memutuskan untuk keluar dari probabilitas itu.
Jujur, menulis dengan “deadline
harian” membuat tulisan saya cenderung tergesa-gesa dna tidak bernyawa. Saya pun
dihadapkan pada keputusan membangun blog dengan visi cuan, atau tetap menikmati
menulis dengan tempo yang lambat. Pada akhirnya, saya memilih menjadikan blog
sebagai media menulis yang menyenangkan, santai, dan hidup. Meskipun begitu,
sayapun tetap menerima beberapa pekerjaan terkait affiliate post, tidak
mengapa. Cuan di waktu senggang dan tetap senang menulis bagai sekali menyelam minum air.
***
Nawaituininnawa seperti kapal, kapalku. kapal ini membawa tulisan-tulisanku menemui pembaca yang tepat. Kapal ini juga telah menghidupkan hati nahkodanya, telah menyelamatkannya berkali-kali. terima kasih kepada blogger perempuan untuk sebuah kesempatan bercerita perihal 'Aku dan Blog'. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.



0 Komentar