Kota Makassar tentu sudah tidak asing lagi di telinga
masyarakat Indonesia. Kota ini merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus
merupakan pusat pendidikan di timur Indonesia. Kota Makassar sangat kaya akan
keberagaman kulinernya, sebab hampir seluruh suku di Sulawesi menempati kota
ini. Salah satu yang paling khas adalah pisang epe, kuliner khas yang mesti
anda cicipi jika berkunjung ke Pantai Losari, Kota Makassar.
Pantai
Losari merupakan landmark Kota Makassar. Anda tentu sering melihat gambar
mesjid dengan 99 kubah, atau tulisan “Pantai Losari” yang berukuran sangat
besar. Semua ini dapat anda temui jika berkunjung ke Anjungan Pantai Losari.
Selain menjadi daya tarik wisatawan, Anjungan pantai losari juga menjadi pusat
kuliner malam, dan titik car free day yang selalu ramai oleh pengunjung lokal. Kali
ini, saya akan membahas tentang kuliner malam khas Makassar, yakni pisang epe.
Menikmati pisang epe dan pemandangan
laut malam Kota Makassar
Menghabiskan
waktu dengan berburu kuliner malam merupakan hal yang wajib dilakukan jika
melancong ke Kota Makassar. Salah satu yang wajib anda coba adalah pisang epe
di Anjungan Pantai Losari. Gerobak-gerobak pisang epe baru ramai menjelang
magrib. Biasanya, dalam satu gerobak akan menyediakan 2-3 meja dengan belasan
kursi untuk pengunjung.
Perlu dicatat, bahwa anda harus
duduk di kursi dimana anda memesan pisang epe, sebab di daerah ajungan pantai
terdapat belasan penjual pisang epe sehingga agar pengantaran dari pekerjanya
lebih mudah, diharapkan untuk duduk di kursi yang disediakan oleh gerobak sdi
mana anda memesan makanannya.
Pisang epe pada dasarnya adalah
pisang kepok muda yang dibakar. awalnya, pisang akan dikupas terlebih dahulu.
Setelah bersih, pisang akan dibakar di atas bara api sedang sampai daging
luarnya kecoklatan. Tidak lupa diolesi mentega selama proses pembakaran. Setelah
matang, pisang lalu di pukul sampai berbentuk pipih. Setelah itu, pisang tadi
pun ditaburu dengan topping sesuai pesanan.
Satu porsi
pisang epe biasanya terdiri dari dua buah pisang. Untuk toppingnya sendiri, anda
bisa menikmati berbagai macam topping seperti original, keju susu, coklat milo,
sampai redvelvet dan oreo. Namun, rasa original masih menjadi primadona, yakni
lelehan gula merah yang sangat cocok dipadukan dengan pisang yang telah dibakar
dan dipipihkan.
Harga dan Jam Buka
Untuk harga satu porsi pisang epe
original terbilang murah, yakni Rp10.000-Rp12.000, sedangkan untuk topping
lainnya biasanya dibanderol seharga Rp.15.000. Selain menikmati pisang epe,
tentunya terasa kurang tanpa ditemani minuman-minuman berbagai rasa. Tenang
saja, sebab satu gerobak yang menjual pisang epe biasanya juga menjual beraneka
ragam minuman, seperti air putih, aneka jus, dan sarabba. Harganya pun
bersahabat dengan kantong, sekitar Rp5.000-Rp20.000 tergantung minuman yang
anda pesan.
Deretan gerobak
yang menjual pisang epe dapat anda temui sepanjang anjungan pantai losari,
mulai pukul 17:00-00:00 Wita. Ada belasan gerobak yang menjual pisang epe
berjejer rapih sepanjang anjungan. Selain itu, di sini juga terdapat berbagai
kuliner seperti kacang rebus, sosis bakar, telur gulung, martabak, terang
bulan, dan lainnya. Selain makanan, di sini juga terdapat penjual yang menjual
berbagai kerajinan khas Sulawesi Selatan seperti gantungan kupu-kupu
bantimurung, kaos bergambar landmark Kota Makassar, oleh-oleh kain khas toraja,
dan banyak lagi.
Jika anda berkunjung ke Kota
Makassar, sangat disarankan untuk mencicipi kuliner pisang epe di Anjungan
Pantai Losari. Di sini selain dapat menikmati sepiring khas pisang epe, anda
surah bisa melihat kebudayaan lokal masyarakatnya, pemandangan malam Kota
Makassar, sekaligus berburu oleh-oleh. Menyenangkan, bukan?
0 Komentar