Children of Men, Salah Satu Film Distopia Terbaik

Di masa depan, tepatnya tahun 2027, manusia sampai pada ambang kepunahan. Pada masa itu, dikisahkan bahwa tidak ada kelahiran manusia baru. Seluruh manusia di dunia seketika kehilangan kemampuan bereproduksi, bahkan fenomena aneh dan menakutkan ini telah terjadi selama 20 tahun terakhir. Walaupun kejadian ini sudah berlangsung belasan tahun, tetapi para ilmuan masih belum bisa menemukan titik terang dari fenomena ini. 

Dunia memasuki masa yang suram. Seluruh negara goyah, menyisakan Inggris Raya dengan pemerintahan yang masih bisa bertahan di antara semua gempuran politik yang semakin memanas. Di tengah semua keadaan tanpa titik terang ini, Kee, seorang wanita di Inggris muncul tiba-tiba dengan perut membuncit, seorang wanita hamil tanpa pernah berhubungan dengan lelaki sebelumnya. 

Berpusat pada seorang mantan aktivis, Theo Faron (Clive Owen), yang diculik oleh kelompok pembela hak imigran atau dipanggil Fishes, yang dikenal sebagai organisasi teroris di Inggris. Tanpa diduga, itu mengantarkannya pada pemimpin kelompok tersebut, yang ternyata merupakan mantan istrinya, Julian Taylor (Julianne Moore), yang berpisah setelah anak mereka meninggal karena flu pandemik. Julian meminta Theo untuk memberikan dokumen perlintasan bagi seorang gadis pengungsi bernama Kee (Clare-Hope Ashitey) yang nantinya digunakan untuk melintasi pos pemeriksaan keamanan.

Theo, karakter utama pria dalam film ini mengemban tugas untuk mengantarkan Kee, satu-satunya harapan umat manusia untuk mengatasi fenomena mengerikan ini, ke sebuah kapal peneliti yang bernama The Tomorrow. Di atas kapal yang berlayar mengitari bumi ini, semua peneliti handal dari seluruh dunia berkumpul untuk memecahkan masalah ini.  di atas The Tomorrow land, konon orang-orang meneliti masalah kemanduluhan yang berlangsung puluhan tahun ini tanpa tendensi politik negara maupun kubu tertentu. 

Sayangnya, intrik politik dan kepentingan golongan-golongan tertentu terus membayangi upaya Theo untuk mengantarkan Kee ke The Tomorrow. Dunia Distopia tahun 2027 divisualisasikan sangat mengerikan. Terdapat banyak imigran dari negara kacau balau yang berusaha masuk ke britania. Aksi terorisme berlangsung di mana-mana, semua orang hidup dalam masa-masa suram yang penuh kekhawatiran akan masa depan dunia. 

Salah Satu Film Distopia Terbaik






Rasanya sangat sulit membayangkan bahwa film distopia ini dirilis belasan tahun yang lalu. Alur cerita padat yang dikemas kedalam visualisasi yang mudah dimengerti penonton, tanpa adegan-adegan flashback menjadi kelebihan tersendiri film ini. Children of Men juga disertai oleh penyutradaraan Alfonso Cuarón yang sama kuatnya. Dengan cerdasnya, Alfonso Cuarón tetap depat mempertahankan setiap intensitas yang ada, dan dapat membaut penonton ikut menyelami ceritanya. 

Theo, karakter utama film ini merupakan representasi orang-orang yang berjuang tulus untuk satu harapan bagi dunia. Bagaimana perjuangannya memastikan Kee dapat ke The Tomorrow dan mewujudkan harapan baru bagi bumi tanpa keturunan selama 18 tahun lebih. Film ini mendulang beberapa prestasi, seperti rating 92% certified fresh di Rotten Tomatoes, meskipun pendapatan film ini hanya sekitar 69 Juta USD untuk penayangan secara global dari budget sebesar 76 Juta USD. 

Tentu ini juga menjadi film yang merugikan bagi Universal selaku distributornya meskipun berjaya di berbagai festival film semisal Venice & Vancouver Film Festival serta mendapatkan 3 nominasi Oscar. Namun tentu tidak berlebihan jika penulis mengatakan bahwa rasanya sangat sulit untuk menemukan kembali sebuah karya layaknya yang dilakukan Alfonso Cuaron 13 tahun lalu. 

 

Posting Komentar

0 Komentar