Makassar merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi. Tidak hanya itu, Kota Makassar juga menjadi pusat pendidikan tinggi di Indonesia timur. Berdasarkan hasil survey pengetahuan kesehatan mental di Kota Makassar yang dilansir oleh halo jiwa tahun 2018, dari 330 orang, 73,6% responden mengetahui tentang kesehatan mental, tetapi hanya 25,9% responden mengetahui layanan kesehatan mental yang ada di Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan kesehatan mental sudah terbentuk dalam masyarakat, meski pun pengetahuan lebih lanjut tentang penanganan hal ini mesti lebih digalakkan.
Kita menyadari bahwa pemuda memegang peranan penting dalam menyadarkan masyarakat luas tentang pentingnya kesehatan mental. Saya berkesempatan mewawancarai Ridha, inisiator dari komunitas Bipolar Care Indonesia Simpul Makassar, yang merupakan cabang dari Bipolar Care Indonesia (BCI). Bersama Eka, Ridha membentuk komunitas ini dengan harapan dapat merangkul sesama penyintas bipolar, careviger, dan siapa saja yang peduli dengan isu-isu bipolar mau pun kesehatan mental lainnya.
Menurut Ridha, masih banyak masyarakat yang awam mengenai pentingnya mental health. Sering kali orang-orang menyepelekan hal ini, padahal mental health sama pentingnya dengan physical health. Stigma bagi orang dengan gangguan mental sering dikaitkan dengan kurang iman, kurang ibadah, kurang bersyukur, dll. Padahal, banyak faktor yang menyebabkan gangguan mental dan penanganan gangguan mental tidak hanya secara spiritual, melainkan juga memerlukan pendekatan professional dari psikiater atau psikolog yang berkompeten.
Peran masyarakat dalam penanggulangan mau pun penanganan mental disorder dapat terbangun di dalam sistem, jika masyarakat paham dan melek terkait peran dan tanggungjawab mereka akan hal ini. Menurut Ridha, saat ini masyarakat sudah lebih sadar akan kesehatan mental, terlebih lagi didukung oleh informasi yang tersedia berbagai platform media daring dan kampanye kesehatan mental di media sosial.
Sampai saat ini, Bipolar Care Indonesia Simpul Makassar yang terbentuk 4 Oktober 2019 telah berbicara pada beberapa seminar maupun diskusi terbuka mengenai isu kesehatan mental di Kota Makassar, seperti mini symposium yang diinisiasi oleh Medical Youth Research Club pada 11 November 2019. Selain menjadi pembicara di beberapa seminar, komunitas ini juga berfokus pada beberapa kegiatan internal seperti sharing session dan psikodrama yang dilakukan oleh prikolog pembina.
Komunitas ini juga membuka support grup via WhatsApp, yang dibuat agar para anggotanya dapat saling mendukung dan diskusi seputar kesehatan mental. Kegiatan-kegiatan Komunitas Bipolar Care Indonesia Simpul Makassar dapat dipantau lewat instagram mereka di @bipolascareindonesia.makassar. Tentu saja, diharapkan dengan terbentuknya komunitas ini dapat membangun presepsi yang lebih terbuka terkait kesehatan mental di Kota Makassar, juga menjadi awal dari terbentuknya komunitas-komunitas lain yang serupa.
(Sumber: wawancara dengan inisiator bipolar care Indonesia simpul Makassar)


0 Komentar