Lady Bird, Realitas Masa Remaja yang Disajikan Begitu Riil

Lady bird dengan premise biasa, mampu memenangkan banyak penghargaan dunia perfilman bergengsi dengan aksekusi briliannya. Film yang berhasil masuk 5 nominasi Oscar dan memenangkan kategori “best actress” dan “best pictures” di golden globe award 2018, menceritakan kisah seorang remaja yang tidak begitu menyukai kota kelahirannya. Film yang menjadi debut bagi Greta Gerwig sebagai seorang sutradara ini, diambil dari semiautobiografi Gerwig.

Film ini dibuka dengan dua orang prempuan yang duduk di kursi depan. Sang ibu sedang menyetir, sementara sang anak perempuan tengah asyik mendengarkan siaran radio. Hubungan keduanya terlihat kurang baik (disini pemain memerankan gestur tubuh dengan baik, sehingga situasinya cukup jelas tanpa terlalu banyak dialog). Terlihat seperti sang ibu dan anak perempuannya bisa sepakat dalam satu topik, tetapi cukup keras satu sama lain untuk topik lainnya, sampai pemeran anak perempuan memilih tindakan spontan keluar dari mobil yang sedang melaju. 

Krisis Masa Remaja yang Mungkin Dialami Semua Orang

Saoirse Ronan, memerankan Christine McPerson, gadis SMA yang tidak begitu puas dengan kehidupannya di kota kecil tempat lahirnya, Sacramento. Ia benci fakta namanya adalah Christine, bukannya nama keren atau eksentrik, juga membenci fakta bahwa dirinya bersekolah di SMA Katolik dengan peraturan yang ketat. Karena semua itu, Christine mengganti namanya menjadi Lady Bird. Tidak secara resmi, tetapi ia ingin dikenal dengan nama itu, bukannya Christine yang terdengar terlalu religius. 

 Saya pikir, kita semua, atau lebih tepatnya, kita di masa remaja pernah berhadapan dengan situasi penuh ketidakpuasaan. Ketidakseimbangan hormone menjadikan otak kita mudah marah dan labil. Saya tidak menampik, saya pun pernah ingin keluar dari kota kecil tempat saya menghabiskan masa kecil sampai remaja. Saya pikir, saya mengetahui tiap sisi kota itu bagai kuali dengan mata tertutup. Merasa tidak memiliki masa depan, atau tepatnya kemungkinan-kemungkinan hebat. Seperti Lady Bird membenci Sacramento dan memimpikan hidupnya di kota besar seperti New York. 

Premis inilah yang menjadi pengikat cerita, sebuah permasalahan yang begitu nyata, sehingga membuat saya tidak berharap banyak terhadap film ini. 

Perkembangan Karakter dan Porsinya yang Pas

Christine adalah remaja impulsive, meledak-ledak dan punya ego yang tinggi, sementara ibunya begitu overprotektif dan tidak pernah percaya akan keinginan Christine, termasuk saat gadis itu ingin keluar dari kotanya dan berkuliah di kota lain. Sang ibu tidak bisa mempercayai anaknya, juga tidak yakin bisa menyokong kehidupan Christine beserta biaya kuliah anak itu. Film yang berpusat pada Christine ini menyajikan perkembangan karakter yang alami seiring plot dna twist yang disajikan selama film berlangsung. 

Dengan semua perjalanan hidup yang dialaminya, Christine yang pada awalnya membenci Sacramento, diakhir film, akan mendapati dirinya mendambakan perjalanan menyetir pulang ke kota kecilnya, juga keadaan mental dimana ia tidak lagi begitu membenci namanya yang terlalu religious, Christine. 

Kesuksesan Debut Greta Gerwig


Yang saya kagumi dari bungkusan greta dalam film ini, adalah bagaimana ia bisa membawa penonton kedalam satu kehidupan bagai flashback ke masa remaja mereka. greta berhasil dalam pemilihan pemain yang benar-benar pas. Saoirse selalu menjadi aktris terbaik di hati saya, dengan aktingnya yang memukau. Ia memperlihatkan kemarahan, keputus asaan, rasa bersalah, tanpa perlu berkata-kata. Selain itu, duetnya dengan sang ibu yang diperankan oleh Laurie Metcalf juga membuat film ini layak ditonton. Seperti melihat hubungan saling sayang namun tidak saling percaya akan anak-ibu yang dituangkan dalam dialog-dialog satire khas film ini. 

Menurut saya, Greta mengeksekusi film ini dengan sangat sukses. Alur dengan kacepatan yang pas dan konstan, plot twist yang begitu ironis namun sangat mungkin terjadi, dan pandangan-pandangan/hikmah dari film yang bisa kamu tangkap karena kamu sebagai penonton, merasa pernah berada di titik itu sebelumnya.  

Selayaknya film drama pada umumnya, Lady Bird tidak memiliki keistimewaan tersendiri pada efek suaranya, pun sinematografi yang lembut dan begitu normal. Alur cerita pun tanpa adegan-adegan yang membuat penonton shock atau sejenisnya. Pokoknya, film ini terlihat biasa namun penyuguhan yang betul-betul riil ini justru menjadi kekuatan dari film yang berhasil mendominasi penghargaan di tahun 2018. 

Film yang mengangkat tema remaja sudah banyak bertebaran di Hollywood sebelumnya dengan berbagai genre, tetapi saya mengakui bahwa Lady Bird adalah salah satu yang terbaik. Film ini menyentuh penonton dengna premisnya, lingkungan yang menjadi setting cerita, serta masalah dan sikap Christine yang rebellious dan sang ibu yang begitu overprotective sangat-sangat sering kita temui di kehidupan sehari-hari. 

Sebuah film dengan garansi penghargaan film terbaik dunia, wajib ditonton bagi kamu yang butuh renungan. 

Cast

Christine/ Lady Bird (Saoirse Ronan), Ibu Lady Bird (Laurie Metcalf), Jules (Beanie Feldstein), Danny (Kucas Hedges), Jenna (Lois Smith), Kyle (Timothee Chalamet), Miguel (Jordan Rodriguez), Pendeta Leviatch (Stephen Henderson), dan Ayah Lady Bird (Tracy Letts)


Posting Komentar

2 Komentar

  1. Harrahs Atlantic City Hotel in Atlantic City, NJ
    ‎Book 우리 카지노 더킹 the 카지노 사이트 Harrahs Atlantic City Hotel. ‎Entertainment · ‎Live Casino · ford escape titanium ‎Dining 파라오 카지노 · ‎Reservation · 벳 365 ‎Hotel

    BalasHapus
  2. Betway Casino Online Casino | The Casino Software to Play
    Betway Online gri-go.com Casino — The best Betway casino online is Betway. And it's the best https://access777.com/ casino for you! Read our guide casinosites.one on how www.ambienshoppie.com to create your favourite online casino

    BalasHapus