Aliran sungai yang membelah sepanjang pegunungan Sampoddo
hingga kaki Gunung Latimojong keberadaannya memanjakan hati. Aliran sungai
jernih dengan bebatuan kali beragam ukuran menjadi daya tarik, selain kondisi
alam yang masih sangat asri. Batu Kodok, merupakan salah satu objek wisata yang
belum ramai terjamah.
Wisata sungai Batu Kodok terletak di daerah Karang-Karangan,
tepatnya di Desa Lengkong, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Jaraknya sangat dekat dari Bandar Udara Bua, namun untuk para
pelancong/wisatawan dari luar Kabupaten Luwu, biasanya menginap di kota
terdekat, yakni Kota Palopo. Dari Kota Palopo, perjalanan ditempuh sekitar
30-45 menit dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Secara umum, medan
menuju lokasi wisata ini sudah baik dengan pengaspalan penuh. Namun, bentuk
jalan yang sempit dan berkelok serta terdapat beberapa tanjakan, membuat jalanan
ini tidak disarankan dilewati kendaraan besar seperti bus wisata.
Dari gerbang Desa Pakkalolo, pengunjung hanya perlu
mengikuti satu jalan dengan pemandangan bukit dan deretan persawahan. Tidak
sampai 10 menit, pengunjung akan memasuki wilayah wisata sungai Pakkalolo.
Wisata ini adalah wisata sungai tertua dari tiga wisata sungai di daerah yang
sama. Namun, pada akhir pekan wisata yang sudah terkenal di kalangan penduduk
lokal ini selalu ramai, hingga mencapai ratusan pengunjung.
Jika berkendara lebih lama sekitar 5 menit, Anda akan sampai di objek wisata
kedua, yakni Wai Toddo. Wai Toddo adalah objek wisata sungai yang sudah
dikelola dengan baik. Disini terdapat rumah-rumah kurcaci, fasilitas mushalla,
arena bermain anak, serta wahana flying fox. Namun, jika ingin benenang dan
menikmati sungai, Wai Toddo tidak menjadi pilihan terbaik, sebab aliran
sungainya dangkal dan tidak terdapat pohon-pohon rindang di sekitar
alirannya.
Wisata Sungai Batu Kodok terletak paling jauh dari ketiga
wisata yang berada di Desa Pakkalolo, dengan jarak sekitar 2 km dari wisata Wai
Toddo. Berbeda dengan kedua wisata sebelumnya, Batu Kodok masih sangat alami
dengan deretan pepohonan dan akar menggantung di sekitar sungai. Aliran sungai
di sini juga memiliki kedalaman bervariatif, sehingga sangat cocok sebagai spot
berenang dari anak-anak sampai dewasa.
Cocok sebagai destinasi liburan akhir pekan keluarga
Berbeda dengan dua wisata sebelumnya, Batu Kodok yang masih
dikelilingi alam sangat asri. Sekelilingnya masih ditumbuhi pohon-pohon
rindang, bahkan akar-akar tanaman rambat masih dapat dijumpai menggantung di
sekitar sungai. Di sini terdapat beberapa fasilitas seperti kamar ganti,
mushalla, tempat penyewaan ban, serta penjual makanan dan minuman ringan.
Anak-anak dapat bermain arung jeram dengan pengawasan orang
tua, atau berenang di beberapa titik kolam alami di sekitar aliran sungai.
Tempat ini juga sangat cocok untuk melangsungkan acara barbeque atau membakar
ikan-ikan segar yang sudah dibawa sebaga bekal. Menghabiskan akhir pekan di
Batu Kodok termasuk pilihan murah meriah. Sebab pengunjung tidak perlu membayar
tiket masuk, hanya biaya parkir untuk kendaraan roda dua Rp2.000 per motor, dan
Rp5.000 per mobil. Selain itu, pengunjung bahkan tidak perlu menyewa gazebo,
sebab lima gazebo dengan ukuran 2x2 meter yang ada di sini dapat ditempati
secara gratis.
Akomodasi dan Penginapan
Wisata Batu Kodok terletak di sebuah pedesaan. Bahkan tidak
terdapat sinyal internet saat menginjakkan kaki di sekitar wisata sungai
ini. Adapun penginapan terdekat yang bisa disewa adalah ragam hotel/wisma
di Kota Palopo yang berjarak sekitar 20 km. Salah satunya adalah Hotel Larona
yang terletak di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo.
Hotel sederhana ini terletak persis di poros jalan Makassar-Palopo, menyediakan
beragam jenis kamar dengan variasi harga mulai Rp160.000-Rp300.000 per malam.
Fasilitasnya cukup baik, seperti Wi-Fi gratis, parkiran kendaraan, dan
fasilitas kamar seperti TV, kipas angina/AC, dan lainnya.
Artikel ini telah tayang sebelumnya di brisik.id

0 Komentar