Sedang merencanakan libur akhir pekan di salah satu pulau dengan pantai yang indah sekaligus ingin mengenal kebudayaan masyarakat pulau? Maka Kodingareng Lompo bisa menjadi salah satu pilihan. Kodingareng Lompo merupakan salah satu destinasi akhir pekan yang sangat direkomendasikan. Tidak hanya pasir putih dan laut yang masih jernih, namun kemudahan akses, ketersediaan rumah tinggal, dan kemudahan mencari makanan di pulau ini menjadi nilai tambah tersendiri.
Kodingareng Lompo merupakan salah satu pulau berpenghuni yang ada di Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar. Berjarak sekitar 15 km dari pulau utama Kota Makassar, pulau ini adalah salah satu pulau terbesar dengan luas 14 Ha.
Bentuk pulau ini relatif memanjang. Anda bisa menikmati senja di bagian gusung pulau, dekat dengan mercusuar putih yang menjadi khas pulau ini. Sebagian besar masyarakat pulau ini berprofesi sebagai nelayan dan beberapa ibu rumah tangga kerap merangkap wirausaha kecil, sehingga terdapat banyak kios maupun jajanan yang tersebar hampir di setiap bagian pulau. Pulau ini memiliki satu jalan besar yang memotong di tengah pulau. Warga di sini sangat terbuka akan wisatawan, sehingga tidak sulit untuk diajak bergaul.
Menikmati keindahan pantai dan keberagaman biota laut
Kodingareng Lompo menawarkan pantai berpasir putih yang indah. Tempat terbaik menikmati sore yakni di gusung, bagian pulau terujung. Di waktu sore saat air laut surut, Anda dapat mencari kerang di sepanjang bibir pantai sambil menunggu senja. Selain gusung, bisa snorkeling menikmati keberagaman biota laut seperti terumbu karang, ikan-ikan kecil, bintang laut, dan lainnya di beberapa titik menyelam di perairan pulau ini.
Fasilitas umum relatif lengkap
Kodingareng Lompo merupakan salah satu pulau kecil dengan fasilitas terlengkap. Di pulau yang lumayan luas ini terdapat puskesmas dengan fasilitas mempuni, beberapa sekolah, tempat penyulingan air, tiga masjid, dan sebuah pusat pembangkit listrik tenaga surya. Anda juga tidak usah pusing mencari makanan di pulau ini, sebab mudah dijumpai warung-warung kecil dengan beragam makanan, seperti mi ayam, kamblas, bakso, jagung rebus, dan berbagai camilan khas pulau.
Berwisata Sejarah Peninggalan Jepang
Satu hal yang unik dari pulau ini yakni jejak peninggalan kolonial Jepang, berupa dua tangki air tua pada bungung lompo atau sumur besar. Tidak jauh dari lapangan sepak bola di tengah pulau, akan menjumpai sebuah sumur. Tidak terlalu sulit mencarinya, sebab sumur ini masih digunakan beberapa warga sebagai tempat pemandian umum. Sumur ini punya legenda yang dipercaya oleh masyarakat sekitar. Konon sumur ini tidak pernah kering dan jika air sumur meluap, hal ini merupakan pertanda kejadian buruk akan menimpa pulau. Kata seorang warga lokal, sudah sangat lama sumur itu tidak meluap.
Akomodasi dan penginapan
Kodingareng Lompo dapat ditempuh menggunakan speedboat atau kapal kayu dengan beragam kapasitas. Akses termurah menuju pulau ini menggunakan kapal penumpang regular dengan tarif per orang sebesar Rp15.000. Untuk mengunjungi pulau ini disarankan lewat pelabuhan Kayu Bangkoa, pelabuhan yang letaknya dekat dengan anjungan Pantai Losari. Kapal regular biasanya bersandar di pelabuhan sekitar pukul 08.00 dan berangkat pukul 11.00 WITA. Hampir serupa dengan keberangkatan kapal regular di pulau-pulau lainnya, kapal berangkat dari Pulau Kodingareng sekitar pukul 06.00 pagi, jadi jika tidak ingin tertinggal, maka pastikan untuk bangun sepagi mungkin.
Selain akses menggunakan kapal regular, Anda juga bisa menyewa speedboat berkapasitas 5-10 orang. Dengan tarif Rp600.000 – Rp1.000.000. Sangat disarankan untuk menyewa speedboat jika ingin snorkeling di perairan kodingareng, sebab spot snorkeling berada sekitar 100 – 200 meter dari dermaga. Meskipun begitu, snorkeling beberapa meter dari dermaga pemandangan bawah lautnya tidak mengecewakan. Ada banyak terumbu karang, ikan-ikan kecil, juga air yang jernih.
Selain itu, jika memutuskan menyewa speedboat, disarankan berkunjung ke pulau Kodingareng Keke di pagi hari. Pulau ini merupakan pulau wisata tidak berpenghuni yang sangat indah. Meski begitu, tidak disarankan menginap di sini karena tidak tersedia air bersih, WC, dan rumah untuk berlindung.
Untuk penginapan di Kodingareng Lompo, bisa menginap di salah satu rumah makan wisatawan di dekat dermaga. Anda juga bisa memakai baruga kelurahan, tentu saja dengan izin pegawai setempat. Jangan khawatir karena baruga terletak satu kompleks dengan kantor kelurahan, juga rumah jabatan kepala kelurahan. Alternatif lain bisa menginap seadanya di rumah pemilik speedboat, atau menginap di dalam tenda untuk semalam. Ada banyak tempat mendirikan tenda, seperti gusung, dermaga, atau pun pantai di sepanjang pulau.
Artikel ini telah tayang sebelumnya disini

0 Komentar