Ikagai, sebuah konsep jepang yang dapat diartikan sebagai "berbahagia dengan tetap menyibukkan diri". banyak diantara kita, para kaum pekerja industri 4.0 yang merasakan kesulitan dalam keseharian: bangun dari tempat tidur, bergelut dengan kemacetan menuju tempat kerja, melakukan kerja yang tidak disukai 9-16, lalu di awal gajian menghabiskan sebagian gaji membayar cicilan dan bersenang-senang. warga indonesia yang mengidap stress maupun depresi bertambah semenjak pandemi covid terjadi di akhir tahun 2019, sekitar dua tahun yang lalu. gangguan kesehatan mental meningkat tajam dimasa pandemi covid-19 ini, sekitar 58% dari responden salah satu survey ditemukan mengalami gangguan kecemasan.
hanya sedikit orang yang mampun menyeimbangkan konsep pekerjaan, hobi, dan uang. beberapa dari mereka yang beruntung dan cukup terampil mampu melakukan pekerjaan sesuai hobi mereka dan dibayar untuk itu. namun tidak sedikit juga orang-orang yang harus menghabiskan setengah hidupnya bekerja pada pekerjaan yang membosankan dan menggunakan gaji mereka untuk membiayai hal-hal yang dianggap normal bagi masyarakat: kendaraan pribadi, rumah, rumah tangga yang harmonis, anak-anak yang cerdas.
Buku ini memberikan pemahaman dari sebuah konsep IKIGAI: rahasia hidup bahagia dan panjang umur orang jepang. pada buku ini dikajilah konsep ikigai pada sebuah daerah di jepang dengan harapan hidup lansia tertinggi di dunia, juga beberapa daerah lain di dunia yang memiliki harapan hidup di atas rata-rata.
***
- seseorang merasa hampa, frustasi, atau cemas.
- terapis menunjukkan kepadanya bahwa apa yang dia rasakan adalah keinginan untuk memiliki kehidupan yang bermakna
- pasien menemukan tujuan hidupnya,
- dengan kehendaknya sendiri, pasien memutuskan untuk menerima atau menolak takdir itu.
- gairah hidup yang baru ditemukan ini membantu dia mengatasi rintangan dan penderitaan.
"Rahasia umur panjang adalah tidak perlu khawatir. Jaga agar hatimu tetap muda, jangan biarkan ia jadi tua. buka hatimu pada orang-orang dengan senyum manis di wajah"

0 Komentar