Mengambil cerita dari pengalaman hidupnya sendiri, dalam buku hippie, penulis bestseller paulo coeho mengajak pembaca mnengok mimpi seorang generasi yang merindukan perdamaian dan berani menantang tatanan sosial yang mapan-politik otoriter, pola pikir konservatif, konsumerisme berlebihan, serta pemusatan kekayaan dan kekuasaan yang tidak seimbang.
Pada masa itu Paulo adalah seorang pemuda brazil kurus, dengan jenggot tipis dan rambut gondrong, yang ingin menjadi seorang penulis. dia mengadakan perjalanan untuk mencari makna kehidupan yang lebih dalam. Di amsterdam, dia bertemu Karla, gadis belanda yang sebaya dengannya. Karla mengajaknya naik Magic Bus melintasi Eropa dan Asia tengah menuju Kathmandu. bersama rekan-rekan seperjalanan lain, mereka memperoleh cakraawala baru yang membawa mereka kepada pilihan keputusan yang akan menentukan jalan hidup mereka di kemudian hari
Dalam bukunya ini, Paulo menjadi tokoh yang menceritakan perjalanan spiritualnya dari brazil sampai ke amsterdam, lalu bertemu dengan sosok karla yang membawanya pada perjalanan yang baru melintasi eropa dan asia tengah menuju Kathmandu, kota dengan keindahan alam yang menawarkan ketenangan jiwa idaman para kau Hippie, kaum yang menolak tatanan sosial yang ada (kono berasal dari anak-anak muda orang kaya yang tidak ingin terikat dengan tanggung jawab dan memilih menghabiskan waktu mereka menghisap ganja).
Novel yang mengambil latar september 1970, dimana dunia masih tenggelam dalam pemikran konservatif dan politik otoriternya. orang-orang hippie, yang melawan dengan idealisme mereka dianggap sampah dan pengganggu. mereka tidak mendapatkan perlakuan yang wajar di tempat-tempat yang mereka datangi. Paulo pria muda yang bercita-cita menjadi penulis sedang mendalami tentang filsafat kehidupan, dan meneliti perihal surga duniawi dan pengikutnya: ganja, lsd, heroin, lainnya.
Dari brazil ia pergi ke amsterdam, mencari insirasi untuk tulisannya dan mengikuti panggilan hati sebagai seorang hippie. di lain sisi, Karla, seorang wanita belanda yang mendambakan kebebasan telah bercita-cita untuk pergi ke Kathmandu, daerah di nepal dengan iklim yang sejuk dan menawarkan ketenangan bagi pendatang. ia berniat pergi kesana dan tidak akan pernah kembali.
Takdir antara karla, wanita yang mendambakan ketenangan hidup Kathmandu dan Paulo, pria muda brazil yang sedang mencari jati dirinya bertemu di lapangan para hippie di amsterdam. dari sana, mereka (dengan sedikit paksaan dari karla) memutuskan naik magic bus, melintasi daerah eropa sampai ke asia tengah menuju pemberhentian terakhir di Kathmandu.
Sama seperti buku-buku Paulo lainnya yang sarat akan nilai filsafat, buku ini merupakan kilas balik paulo sewaktu dirinya masih dalam tahap pencarian: pencarian akan tuhan, kedamaian, dan makna mendasar dari hidup. buku ini bisa dibilang proporsional antara pendalaman filsafat dan proses perjalanan yang dilalui Paulo. pada akhirnya, semua buku Paulo selalu menyenangkan untuk dibaca, salah satunya buku Hippie ini.
Judul: Hippe
Penulis: Paulo Coelho
Penerbit: Gramedia
Alih Bahasa: Djokolelono
Tahun terbit: 2018
Tebal Halaman 320 halaman
0 Komentar