Rekapitulasi 2021

Berbeda dengan catatan 2020 yang diberi nama 'Kontemplasi 2020' pada ketepatan waktu terbitnya, 'Rekapitulasi 2021' ini sayangnya terbit seminggu setelah mencicipi 2022. Agak terlambat, memang, sudah lewat juga mungkin, tetapi saya tetap merasa perlu untuk menulis ini, setidaknya untuk diri sendiri. 2021 adalah tahun penuh momen peralihan, persimpangan keputusan, juga ratusan hal-hal baru menyenangkan. Disaat 'Kontemplasi 2020' penuh dengan kata-kata penyemangat, maka 'Rekapitulasi 2021' adalah sebuah perwujudan syukur atas semua kesempatan-kesempatan baik yang diberikan oleh Tuhan.  

Di atas pesawat penerbangan kendari-makassar, mengakhiri petualangan 10 hari di Wakatobi


Saya Fisioterapis

Highlight 2021 dimulai di bulan Mei tetapi momen pertama 2021 adalah wisuda profesi Fisioterapi pada 25 Februari. Wisuda sebagai sebuah selebrasi atas perjuangan belajar untuk menjadi seorang fisioterapis selama 3,5 tahun masa S1 dan 1,5 tahun pendidikan Profesi. Antara Februari sampai Mei, adalah masa-masa terberat persiapan Ujian Kompetensi. Tekanan yang begitu berat berhasil dilalui bersama kawan sepenanggungan -Opticus Unhas dengan terus belajar bersama dan saling menguatkan satu sama lain, hingga pada Mei, kami dinyatakan 'Kompeten'. 

Perjuangan semasa studi terlintas begitu saja saat menulis tulisan ini. Sedikit kenangan saat melalui prosesi mahasiswa baru, momen berproses di Himpunan, juga perjuangan mencapai gelar S1 sampai keseharian selama pendidikan profesi. yang paling berkesan adalah, proses sampai saya mencintai profesi ini dengan kesungguhan hati dan kawan-kawan yang selalu ada sampai saat terakhir. Rasanya tidak ada kata yang bisa menjelaskan perasaan hari ini tentang momen-momen perjuangan di masa lalu: berkendara jauh ke tempat stase, menulis puluhan lembar pemeriksaan pasien, hingga momen magang di puskesmas, klinik, hingga rumah sakit. 

Yang paling berkesan adalah rasa senang ketika pasien yang ditangani mengucapkan terima kasih. pernah di salah satu bakti sosial di kabupaten Gowa, seorang nenek datang kembali di siang hari, berucap terima kasih karena punggungnya yang tidak lagi terasa sakit sehabis saya berikan penanganan fisioterapi di pagi harinya. Juga momen home visit, rumah-ke-rumah pasien selama dua minggu, stase di tempat-tempat kesukaan seperti YPAC hingga klinik fisioterapis, melihat bagaimana penanganan yang diberikan kepada pasien memberikan manfaat pada kesembuhannya, hingga sampai di satu titik saya benar-benar mengilhami profesi ini, dan berharap untuk kesempatan mengembangkan keilmuan ini di masa depan. 

"in the eye of the storm we see that we've endured, we find strength to move on"

 Buku-Buku yang Menyenangkan

2021 adalah tahun peralihan selera baca. tidak sepenuhnya memang, toh saya tetap menikmati kisah-kisah fiksi, tetapi di akhir tahun ini saya banyak menikmati buku-buku self development. salah satu yang paling saya nikmati adalah 'Ikigai' dengan ulasan yang bisa kalian baca disini

Saya teringat betapa manusia adalah mahluk yang dinamis. hari ini bisa saja menikmati kopi, lalu besok tiba-tiba ingin teh untuk sarapan. seperti genre buku bacaan yang berubah di tahun ini, sepertinya di awal tahun 2022 saya masih membaca buku pengembangan diri, buku yang menurutku lumayan menyenangkan. Tahun ini saya tidak gila-gilaan belanja buku seperti 2020. Di tahun 2021, khususnya sejak Oktober, saya menikmati membaca buku pinjaman dari perpustakaan, menerapkan istilah "judge book by its cover", saya kerap memilih buku berdasarkan penulis yang tak asing, cover yang tampak meyakinkan, ataupun memilih secara random: yang tidak selalu menyenangkan. 

Seperti tahun 2021 dan tahun-tahun sebelumnya sejak bangku sekolah dasar, buku selalu menjadi teman menyenangkan dan tidak pernah meninggalkan. sebuah medium membunuh waktu yang efektif, dan momen yang menyelamatkan kewarasan berkali-kali. semoga di 2022 bisa melahirkan buku lainnya, buku yang lebih menyenangkan dan manusiawi. 


Keputusan-Keputusan Besar

Saya menjalani dua keputusan besar di 2021. Pertama: nekat menjelajahi daerah baru seorang diri; kedua: keputusan melanjutkan studi strata dua pada bulan Agustus. 

Salah satu yang akan selalu saya syukuri adalah kehadiran suport system yang terus percaya akan hal-hal yang ingin saya lakukan di masa depan. waktu itu di pertengahan Mei setelah menyelesaikan Ukom, saya mengambil rehat sejenak dan pulang ke rumah di Kota Palopo sambil menunggu pengumuman kelulusan. meskipun via jarak jauh, saya tetap berkomunikasi dengan beberapa orang perihal mengurusi berkas-berkas pendaftaran beasiswa magister di beberapa lembaga yang available waktu itu, juga mengikuti beberapa lomba, salah satunya Anugerah Jurnalisme Warga yang dilaksanakan oleh redaksi Balebengong dan World Wide Life Indonesia. 

Awal Juni saya menerima pengumuman kelulusan menjadi salah satu reporter yang mendapatkan dana peliputan mendalam di kabupaten wakatobi, dan kurang dari seminggu, saya juga mendapatkan pengumuman kelulusan tahap pertama beasiswa magister di Universitas Pertahanan. seperti diberi dua hadiah yang tidak terduga, saya menjalani keduanya dengan berani dan bersemangat. 

Wakatobi di tahun 2021 terasa seperti sihir, bahkan saat menulis ini saya masih merasa momen menghabiskan sore sambil melihat sunset di pelabuhan wanci, naik motor keliling pulau kaledupa bersama sinta, juga perjalanan via laut selama delapan jam dari wanci ke kendari selayaknya mimpi. 

Lalu perjalanan tak terduga kembali terjadi di akhir Juli, saat saya mengikuti tes terakhir beasiswa di Bogor. bersama beberapa orang yang benar-benar pertama kali saya kenal, melewati penerbangan berguncang yang tidak mudah,  beradaptasi dengan banyak orang dalam waktu singkat, hingga merasakan banyak kesulitan yang pada akhirnya harus ditelan sendiri. semuanya terjadi begitu cepat hingga kepulangan kembali ke Makassar di akhir Agustus tepat sebelum perkuliahan pertama di awal Oktober. 

Pulang

Hal yang tak mudah di 2021 adalah perlahan-lahan meninggalkan orang-orang yang begitu dikenal, serta Makassar dengan semua keramahannya setelah benar-benar menyelesaikan pendidikan dan kini berprofesi sebagai seorang fisioterapis. tidak ada lagi tempat yang tersisa untuk semua hal-hal menyenangkan yang dilakukan di masa muda. Pada akhirnya saya memilih untuk pulang dan dekat dengan keluarga, mulai bekerja di rumah sakit lokal dan klinik, menghabiskan waktu dengan membaca buku, bekerja, kegiatan perkuliahan via daring, dan sisanya menulis di dalam kamar tempat raga  ini bertumbuh sejak ingatan pertama di dunia. 

Seperti pulang yang menyelamatkan diri saya sewaktu tahun 2020, di tahun 2021 ini, saya pulang dan mungkin tidak akan pernah lagi berkesempatan merasakan bepergian jauh untuk mengajar, menyeberangi pulau dan menghabiskan malam tanpa perlu khawatir perihal urusan orang dewasa, menghabiskan akhir pekan dengan mengajar di lokasi yang dulunya tanpa sinyal, atau semenyenangkan bertemu orang-orang baru dalam pemberangkatan relawan. 

Mungkin tidak pernah lagi, mungkin juga akan terjadi lagi di masa depan. Waktu-waktu yang sangat menyenangkan itu kadang membuat hati meringis mengingat saat-saat yang lalu mungkin menjadi yang terakhir, tidak ada yang tahu, tetapi seperti dalam buku dan film yang sangat saya nikmati, my sister's keeper, 

“It's about a girl who is on the cusp of becoming someone.. A girl who may not know what she wants right now, and she may not know who she is right now, but who deserves the chance to find out"

Saya sampai pada sebuah pemahaman bahwa semua hal yang terjadi sampai umur 24 ini adalah perjalanan yang harus diterima dan diilhami untuk dapat berjalan di langkah selanjutnya. jangan pernah menilai keputusanmu di masa lalu dengan kebijakan yang kau ilhami hari ini. Perkataan tersebut membawa saya pada sebuah kesadaran dan keikhlasan untuk memeluk semua momen yang pernah terjadi, entah buruk, senang, membanggakan, memalukan, semuanya, menjadi sebuah kesatuan momen berharga yang membentuk seorang "nawa" hari ini. 

Pada akhirnya, Rekapitulasi 2021 ini tidak aka ditutup dengan daftar pencapaian sepanjang tahun seperti "Kontemplasi 2020". Tulisan ini akan ditutup dengan banyak-banyak syukur kepada Tuhan YME, Sang Maha Satu, Maha Penyayang, Maha Pemberi Ampun, Sang Maha Mengetahui. 2021 membawa saya pada keadaan spiritual yang dekat dengan tuhan, pada keadaan menerima dan menyenangi diri sendiri apa adanya. 

Terima kasih telah bertahan di waktu-waktu sulit 2020, untuk kuat dan berani di 2021, dan semoga 2022 kamu bisa membuka lebih banyak hal-hal hebat dan bertanggung jawab pada komitmen-komitmen yang terjalin di 2021. 


Terima kasih sudah membaca, tetap sehat dan berbahagia! 



Posting Komentar

1 Komentar

  1. SlotyR - Casino & RV Parking - Mapyro
    Mapyro - 경상남도 출장마사지 Find 포항 출장마사지 parking 속초 출장샵 costs, opening hours and a 군산 출장안마 parking map of all 2611 Casinos and 나주 출장샵 2811 Hotel & Casino Ln Las Vegas.

    BalasHapus