Keseruan Hari Terakhir Makassar International Writers Festival 2022

Makassar international writers festival tahun 2022 pertama kali berlangsung secara hybrid setelah merebaknya pandemi covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, terhutung dari 23-26 Juni 2022. MIWF merupakan sebuah kegiatan festival tahunan yang diadakan secara independen mulai dari tahun 2011. Festival ini rutin menjadi ajang bertemu para penulis-penulis kenamaan Indonesia. 

Dikutip dari laman resmi MIWF, 

MIWF berawal dari sebuah event kecil yang diadakan pada tahun 2011, namun memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat, tidak hanya di ranah sastra (penulis, pembaca, penerbit, kritikus), tetapi juga bagi masyarakat lokal, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Timur Indonesia. Meningkatnya jumlah perpustakaan komunitas, meningkatnya minat pada buku dan acara mendongeng serta kesempatan tak terbatas untuk berkolaborasi dengan penulis dan seniman lokal, nasional, dan internasional merupakan inti dan tujuan dari festival ini. Di tahun 2017 ini bahkan ada sekitar 20.000 peserta yang terlibat, sebuah rekor dan pencapaian tersendiri untuk kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga independen.

Tahun ini, MIWF kembali di adakan secara online dan offline yang bertempat di Rumata' Art Space. Saya cukup beruntung bisa menghadiri hari terakhir dari festival besar di Makassar ini, mengingat kesibukan kuliah dan berbagai kegiatan diluar kampus beberapa hari belakangan. 

MIWF tahun 2022 ini mengambil tema "Awakening". Di hari terakhir ini, rangkaian acara dibuka sejak pagi dan berakhir pada acara penutupan di malam hari. Saya pun menghadiri MIWF sejak sore sampai malam hari. 

Jadwal MIWF terbagi dua, yakni jadwal program utama dan jadwal komunitas, serta climate corner. Di tangga 26 ini, untuk jadwal program utama terdiri atas:

  • Waktu Indonesia Timur Berpuisi (10.00-11.30)
  • Identitas dan konflik budaya dalam novel "Misi" karya Asmayani Kusrini (13.30-15.00)
  • Tiga Membaca Klasik (15.00-16.30)
  • Tren buku seusai pandemi (16.00-17.30)
  • Berkarya di tengah pandemi (16:30-17:30)
  • Kopi+Teh+Buku (16.30-17.30)
  • Closing dan panggung malam (19.30-21.00)


Untuk jadwal komunitas di hari terakhir, diantaranya: 

  • Sharing komunitas baca (10.00-11.30)
  • Book Shaming: Is It Okay? (14.00-15.30)
  • Kelas Recyclying bersama Rappo (15.15-16.30)
  • Book Swap (16.30-17.00)
  • Sharing Koalisi Seni Indonesia (16:30-17:30)

Secara umum, MIWF 2022 ini berlangsung meriah dengan banyaknya penulis-penulis hebat yang datang. disini menjadi salah satu kesempatan langka dimana para penikmat buku bisa melihat penulisnya dari dekat, meminta tanda tangan, bahkan berfoto bersama. 

Terkait suasananya, MIWF tahun ini berlangsung sangat meriah. banyak orang yang datang dan memenuhi area tengah penonton tepat di tengah-tengah. selain itu, area panggung juga dikelilingi berbagai stand/booth. 

Disini, pengunjung bisa menikmati ragam aksesoris handmade, kaset CD, aneka buku, beragam produk kerajinan dan aksesori khas Sulawesi, aneka minuman segar, makanan seperti ayam, bahkan sushi dan lainnya.

Acara hari terakhir ini terbilang sangat ramai. di depan tempat parkir saja, kita dapat melihat jejaran motor dan mobil yang angkanya mungkin mendekati seratus, atau bahkan lebih. Karena saya menghadiri acara ini sejak sore, saya bisa melihat fenomena pertambahan pengunjung yang semakin ramai, puncaknya yakni mendekati acara penutupan. 

Bahkan kata seorang teman yang mennyaksikan rangkaian acara MIWF kemarin, ia menuturkan bahwa pintu depan bahkan sempat dikunci karena kelebihan pengunjung kemarin. 


Animo masyarakat membuktikan bahwa MIWF daring merupakan salah satu yang paling dinanti tahun ini, juga tahun depan. semoga tahun depan MIWF dapat hadir kembali, membawa wadah berkumpul para penyuka buku di Makassar. 


Seha terus :)


Posting Komentar

0 Komentar