Rekomendasi Film Pendidikan yang Perlu Ditonton: Captain Fantastic

Saya cukup menyesal baru menonton film rilisan tahun 2016 ini beberapa hari yang lalu di halaman kebun seorang teman. Captain Fantastic, sebuah film yang menampilkan metode pengajaran dan gaya hidup yang sangat berbeda dari orang-orang kebanyakan; atau setidaknya hal-hal yang dianggap normal oleh orang-orang. 

Sumber: tribunnewswiki.com

 

Scene dibuka dengan perburuan rusa oleh sang anak tertua, Bodevan, atau disapa Bo, dengan seluruh tubuh berlumuran lumpur hitam. dengan cekatan layaknya manusia yang telah lama hidup di hutan, ia memburu satu rusa dan berhasil membunuhnya dengan satu tikaman di leher. selanjutnya menampilkan adegan sang ayah yang seolah melaksanakan ritual pendewasaan diri Bo, dengan menempelkan segaris darah rusa dan memberi Bo jantung rusa untuk dimakan mentah-mentah.

Scene lalu berganti ke kesibukan anak-anak lainnya. Mereka dengan ahlinya menguliti rusa yang digantung terbalik itu, mengmbil berbagai bagian yang mereka butuhkan. Menurut saya, scene pembuka ini cukup berkesan. 

Captain Fantastic merupakan film drama Amerika yang ditulis dan disutradarai oleh Matt Rose. Film ini mengisahkan satu keluarga dengan banyak anak yang hidup terasing dan berpindah-pindah bersama ayah dan ibu mereka, dengan sebagian besar hidup mereka jauh dari khalayak ramai, atau tetangga dan keluarga. 

Setelah 10 tahun lebih hidup dengan gaya kehidupan seperti ini, sang ibu yang menderita bipolar disorder pun mengahiri hidupnya di rumah keluarganya. kepergian sang ibu membuat keluarganya sangat membenci suami dan ayah dari cucu mereka, Ben Cash yang diperankan oleh Viggo Mortensen. 

Film ini memberikan angin segar bagi metode pengajaran anak nonkonvensional. Anak-anak ben yang tumbuh dengan kuat, pintar dan bahagia membuat saya sering memperhitungkan perihal sekolah lain diluar sekolah formal untuk anak-anak saya dikemudian hari. Namun di satu sisi, film ini juga memberikan bentuk kritik terhadap serangkaian kelompok yang anti moderenitas. Bagaimana anak-anak yang tidak bersekolah di sekolah formal memang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang jauh ketika mereka bebas untuk belajar apa saja. Namun film ini juga memberikan insight tentang hal yang tidak terlalu bagus, atau konsekuensi dari pilihan ini. Anak-anak akan cenderung tumbuh tanpa kemampuan bersosialisasi, kikuk dengan berbagai hal yang baru mereka temui, dan tidak bisa menilai beberapa hal dengan moralitas yang berlaku di masyarakat. 

Sang penulis sekaligus sutradara memberikan jalan tengah yang sangat baik pada akhir filmnya. menurutku, film "Captain Fantastic" merupakan salah satu yang terbaik yang saya sempat tonton akhir-akhir ini. selain menampilkan cinematografi yang apik, anak-anak yang berakting dengan baik, film ini juga sarat akan berbagai  pembelajaran yang sayang jika tidak benar-benar dipikirkan dengan matang. 

Tertarik untuk menontonnya?



Posting Komentar

0 Komentar