Menjadi seorang penulis Artikel dengan niche travelling memiliki daya tariknya sendiri. Orang-orang dengan hobi bepergian ke tempat-tempat eksotis dan memiliki kesenangan mengabadikannya dalam tulisan maupun foto, kamu berpeluang menghasilkan penghasilan tambahan lewat tulisan-tulisan dan foto-foto tersebut. Untuk kategori foto, kamu bisa menjual hasil jepretanmu di beberapa media daring seperti travelingyuk.com, travelblog.id, maupun situs-situs fotografi seperti shutterstock. harganya pun beragam, mulai Rp50.000-ratusan ribu per foto, tergantung kualitas, komposisi, dan lainnya.
Untuk kategori tulisan, kamu bisa menghasilkan uang jajan tambahan dengan mengirimkan tulisan perjalanan ke media-media seperti tempo, detik travel, kurungbuka, travelingyuk, travelblog, dan yang terbaru yaitu brisik.id. Pada tulisan ini, saya akan berbagi pengalaman menulis di brisik (kriteria artikel, lama kurasi, tarif per artikel, dan lama pencairan honorarium).
Saya sendiri pertama kali menulis di Brisik sekitar awal april tahun ini. Awalnya, saya mengetahui terkalit lowongan freelance editor brisik lewat salah satu postingan random di instagram. Setelah itu, sayapun mulai menulis di domain ini, sekaligus mengisi waktu yang terlalu luang akibat jadwal kuliah yang diliburkan (Akibat Covid-19).dibandingkan dengan beberapa media daring lainnya yang menerima artikel niche travelling dan food, brisik ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
- Seleksi tidak seketat situs lainnya (mungkin karena tarif disesuaikan dengan kualitas artikel dan situs yang masih seumur jagung).
- Waktu kurasi stabil (rata-rata 1 minggu), dan pihak brisik sangat terbuka terkait kekurangan artikel, juga memberikan kesempatan revisi kepada penulis.
- Pihak brisik mewadahi para kontributor dengan grup WA, sehingga komunikasi terkait perubahan SOP artikel dan pertanyaan terkait honorarium jadi sangat mudah.
Menurut saya, menjadi kontributor di Brisik sejauh ini menyenangkan secara keseluruhan. selain menjadi wadah menulis, kita juga turut berkontribusi dalam memperkenalkan tempat wisata, maupun makanan khas dari daerah masing-masing. Nah, untuk kamu yang tertarik di platform ini, berikut poin-poin yang harus kamu perhatikan dulu, ya:
- saat ini brisik menerim artikel dengan dua tema utama, food dan travelling. berbeda dengan platform lainnya, di brisik kamu hanya bisa menulis tempat wisata ataupun makanan khas dari daerah domisilimu saja. hal ini dikarenakan rerata penulis konten di brisik sudah merepresentasikan banyak daerah di seluruh Indonesia. hal ini juga diputuskan dengan pertimbangan warga lokal lebih tahu situasi dan kondisi daerah tersebut, juga dapat memeberikan tips yang berguna terkait lokasi wisata dan kulinernya.
- Saya mulai menulis di brisik sekitar 3 bulan yang lalu. sejauh ini, revisi yang paling sering diterima kontributor terkait kejelasan sumber gambar (jika tidak menggunakan foto pribadi). selain itu, kelengkapan artikel juga menjadi poin yang sering direvisi, seperti transportasi menuju lokasi wisata, dan jarak lokasi dari penginapan (untuk artikel travelling), rumah makan rekomendasi, jam buka, harga perporsi, dan menu lain di rumah makan tersebut (untuk artikel food).
- Sampai saat ini, saya telah menulis sekitar 11 artikel (nggak banyak soalnya saya nulis berdasarkan mood hehe). Dari pengalaman sih, artikel di Brisik umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup (ini berdasarkan rumus artikelku loh ya.) Pembuka biasanya menuliskan terkait daerah tempat wisata, dan kenapa wisata tersebut wajib dikunjungi. untuk bagian isi lebih membahas letak spesifik (seperti jarak dari bandara dsb), hal-hal menarik yang bisa dijumpai di wisata tersebut, medan, dan lainnya. terakhir, untuk bagian penutup membahas penginapan, maupun transportasi. untuk bagian penutup kamu harus menampilkan tarif menginap, dan transportasi menuju lokasi, ya. hal yang sama pun beraku pada artikel tema food :)
- Nah, terakhir terkait honorarium. jadi, di brisik ada 3 tingkat fee yang bisa kamu dapatkan per artikel, yaitu Rp20.000, Rp40.000, dan Rp60.000. fee ini berdasarkan foto dan video yang digunakan dalam artikel yang kamu tulis. Tarif terendah untuk artikel yang menggunakan foto orang lain (sumber bebas, google maupun platform seperti shutterstock). Artikel dengan fee di tengah - tengah menggunakan foto sendiri, dan artikel dengan fee tertinggi menggunakan foto sendiri ditambah video lokasi wisata (kamu bisa lihat contohnya di web brisik ya).
- Untuk pencairan fee, kamu harus menunggu 14-21 hari kerja sejak artikelmu tayang di web brisik. memang agak lama, tetapi jika menempatkan aktifitas ini sebagai pekerjaan sambilan, tentu lama menunggu pencairan fee tidak akan terasa, hehehe. oh iya, jika sampai waktu yang disebutkan tetapi arti fee mu belum di transfer, kamu bisa menghubungi admin brisik dengan cp via wa (personal) ataupun ke email costumer care brisik. untuk kontributor akan dimasukkan ke dalam grup kontirbutor brisik di wa, dengan admin brisik sebagai moderatornya. jadi kamu bisa chat personal ke admin riri ya. Tapi kalau pengalamanku sih, honor selalu ditrasnfer tepat waktu kok :)
(UPDATE) saat ini brisik pertanggal 13 Agustus 2020 tidak lagi menerima pengiriman artikel via email, karena sekarang di websitenya sudah disediakan langsung panel kontributor. jadi, brisik sekarang sudah seperti travelblog juga, ada panelnya. hanya saja, menurut saya ini jauh lebih rempong ketimbang cara yang lama, belum lagi bug yang masih sering ditemui saat hendak upadate tulisan.
n.b. brisik tidak lagi mentransfer fee via bank jika dibawah 60.000, dimana untuk fee 20.000-40.000 akan dikirim via gopay atau dana.
Contoh tampilan dashboard panel kontributor
Nah, segitu dulu pengalaman nulis di brisik.id. salah satu platform ini bisa kamu jadikan sebagai platform untuk memulai menulis cerita perjalanan kamu. beberapa waktu kedepan saya juga akan membahas platform lainnya, terima kasih sudah membaca, sampai jumpa di lain kesempatan.
Tetap bahagia, #BrisikinIndonesia

0 Komentar