Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam menuju Lombok dari Jakarta, akhirnya rombongan kami tiba di Bandara Internasional Lombok pukul 12.00 tepat. Siang itu, Lombok diguyur hujan lebat. Saya merasakan dinginnya air hujan yang datang bersama angin segar saat menuruni tangga pesawat. Dari bandara, saya beserta rombongan pun langsung menuju penginapan yang telah kami pesan sebelumnya saat masih di Jakarta. Penginapan kami terletak tidak jauh dari Pantai Tanjung Aan, Mandalika, Lombok Tengah.
Perjalanan kami di Lombok dimulai dengan menaiki mobil
sewa berkapasitas delapan orang yang membawa kami dari bandara menuju kawasan
Mandalika, tepatnya di Jalan Sengkol, Pujuk, Lombok Tengah, dengan jarak 28 km.
Dari Bandara Internasional Lombok, mobil kami berbelok di Jalan Kuta Lombok dan
melaju selama 15 menit sebelum berbelok ke Jalan Pariwisata di Kuta. Setelah
dari sini, kendaraan kami tinggal melaju di Jalan Sengkol selama 10 menit, dan
kamipun tiba di penginapan. Hujan masih mengguyur tanah Lombok siang ini. Kami
memutuskan untuk berberes-beres sebelum keluar dan mencari rumah makan khas
Lombok di sekitar penginapan dengan berjalan kaki.
Tidak jauh dari penginapan kami, sebuah warung makan
sederhana menyediakan beragam menu khas Lombok dengan harga yang terjangkau. Siang
itu saya menikmati sate bulayak dengan ayam rarang, beberuk terong, dan plecing
kangkung khas Lombok. Pukul dua siang, setelah saya dan rombongan selesai menyantap
makan siang, hujan perlahan reda. Saya dan rombongan yang berjumlah enam
orangpun memutuskan menyewa sepeda motor selama tiga hari untuk mengunjungi
deretan pantai-pantai indah di kawasan Mandalika.
Pantai
Tanjung Aan
Pantai Tanjung Aan menawarkan keindahan alam eksotis
Lombok yang berhadapan langsung dengan samudera hindia, dan memiliki garis
pantai sepanjang 2 km. Dengan mengendarai motor yang disewa seharga
Rp70.000/hari, saya dan lima orang teman pergi ke Pantai Tanjung Aan saat sore.
Jarak dari penginapan sangatlah dekat, hanya 9 menit saja. Begitu sampai, saya
benar-benar dibuat takjub dengan panorama birunya air laut dan pantai berpasir
putih dengan tekstur pasir layaknya merica.
Keunikan dari pantai tanjung Aan adalah landscape pantai
yang dihiasi perbukitan-perbukitan maupun pulau-pulau kecil batuan yang
ditumbuhi pohon-pohon hijau. Selain menikmati panorama yang disajikan, tentu
saya dan teman-teman menghabiskan sore kami dengan berfoto di ayunan selfie
dengan latar eksotisme pantai. Awalnya kami hendak menghabiskan sore di pantai
ini sembari melihat senja, tetapi salah seorang warga lokal menyarankan untuk
melihat senja dari Bukit Marese yang terletak tidak jauh dari sini. Katanya,
bukit marese adalah spot senja terbaik di sepanjang kawasan Mandalika. Saya pun
tertarik untuk melihat keindahannya.
Akhirnya,
setelah hampir dua jam di Pantai Tanjung Aan, kamipun bergerak ke bukit marese
dan benar saja, di puncak bukit ini terhampar pemandangan laut Lombok
bermandikan cahaya senja yang keemasan. Dari atas sini, angin laut bertiup
sepoi, ditemani suara ombak yang tidak akan pernah saya lupakan. Dari atas sini
deretan bukit-bukit hijau menyajikan sensasi berbeda. Selain itu, saya juga
dapat melihat Pantai Tanjung Aan dan Batu Payung dari atas sini.
Pada
malam hari, saya dan beberapa kawan bercengkrama di teras penginapan setelah
makan malam sebentar, lalu memutuskan masuk ke kamar masing-masing. Malam ini
saya memutuskan untuk beristirahat lebih awal, ditemani keheningan malam Lombok
dan suara jangkrik sesekali, Lombok menjadi salah satu wisata yang sangat saya
rekomendasikan bagi wisatawan yang mencari ketenangan sekaligus panorama
menakjubkan.
Pantai
Seger
Keesokan harinya setelah sarapan dan menyiapkan segala
perbekalan, kami langsung menuju kawasan Pantai Mandalika pukul 08:00 Wita. Jarak
dari penginapan kami menuju Pantai Seger yakni 4,2 km dan dapat ditempuh kurang
dari 10 menit. Jalanan di sekitaran kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika ini
sangat mulus sehingga memudahkan wisatawan dalam mengunjungi titik-titik
wisata.
Saat sampai di Pantai Seger, saya langsung disambut
dengan deretan bukit hijau dan bibir pantai dengan topografi melengkung dan
banyak gazebo di sekitar bibir pantainya. Pantai Seger sarat akan legenda Putri
Mandalika. Saya pun tertarik mengunjungi bagian utara pantai yang berarus
tenang. Di sini, saya menyaksikan deretan patung yang menggambarkan seorang
putri yang hendak melarikan diri dari tiga laki-laki, yang menggambarkan kisah
Putri Mandalika itu sendiri. Masyarakat sasak percaya, bahwa konon Pantai Seger
menjadi lokasi dimana Putri Mandalika menenggelamkan diri. Tradisi ini tetap
terjaga ditengah modernitas sebab tiap tahun rutin diadakan festival Bau Nyale
di pantai ini.
Terlepas dari Legendanya, Pantai Seger menawarkan wisata
alam percampuran keindahan laut dan hijau bukit-bukit kecil disekitarnya. Saya
dan rombongan menghabiskan waktu dengan berfoto-foto, berenang, dan aktivitas
lainnya selama hampir 4 jam, hingga pukul dua belas siang. Setelah makan siang
di warugn dekat pantai, saya pun melanjutkan perjalanan mengunjungi
pantai-pantai lainnya di sekitaran kawasan Mandalika, seperti Pantai Gerupuk,
Pantai Kuta Lombok, dan Pantai Mandalika.
Destinasi wisata terakhir kami dihari kedua ini adalah pusat
belanja oleh-oleh khas Lombok yang berada di sepanjang jalan di sekitar pantai
Kuta Lombok, yakni Pasar Seni Kute. Di sini, saya membeli beberapa oleh-oleh
untuk kerabat, terutama kain tenun khas Lombok. Di pasar ini juga tersedia
cenderamata lain, seperti kerajinan kayu, tas, kain pantai, dan lain-lain.
setelah puas berbelanja, akhirnya kamipun kembali ke daerah penginapan untuk
menikmati kuliner malam terakhir kami di Lombok.
Kembali
ke Jakarta
Hari ini menjadi hari terakhir kami di kawasan Mandalika,
Lombok. Saya tidak pernah puas menikmati keindahan Mandalika, tetapi kami harus
berpisah dengan keindahannya hari ini. karena pesawat kami boarding pukul sepuluh, sehingga setelah sarapan kami langsung
berkemas dan mengembalikan motor sewa yang telah menemani kami selama 3 hari
mengelilingi kawasan Mandalika. Pukul sembilan, kamipun berangkat ke bandara.
Perjalanan menyusuri keindahan Mandalika kali ini merupakan liburan yang tidak
akan pernah terlupakan. Mandalika menjadi tujuan wisata wajib bagi wisatawan
yang tertarik melihat keindahan pantai, dan samudera hindia dari salah satu
pulau terindah di timur Indonesia. Jadi kapan kamu ke sini?

1 Komentar
Kerennn. Boleh nggak kak minta itenerarynya hehehe makasihh
BalasHapus