Tantangan menjadi orang
baru di tanah yang asing tervisualisasi dengan apik dalam film Minari. Disurtadarai
oleh Lee Isaac Chung, film ini dibungkus dengan proporsi yang sempurna,
terbukti dengan masuk enam nominasi Oscar sekaligus, di antaranya best picture, best director, best actor,
best supporting actress, best original screenplay, dan best original score. Film yang diceritakan dengan rasa humanitas
dan kesyukuran ini, berfokus pada kisah keluarga Yi, imigran Korea di Amerika.
Amerika dengan slogan American
dream, selalu menjadi penyemangat imigran-imigran untuk pindah ke amerika dan
memulai hidup baru mereka. Amerika, sebuah tanah yang meawarkan kesuksesan dan
hamparan-hamparan peluang. Begitupun keluarga Yi yang terdiri dari empat orang:
Jacob (Steven Yuen), Monica (Yeri Han), Anne (Noel Kate Cho), dan David (Alan Kim),
sebuah keluarga yang telah lama menetap di Amerika dan bercita-cita memiliki
tanah luas mereka sendiri.
Jacob tidak pernah
senang dengan kehidupan dan pekerjaannya di Amerika. Bersama dengan sang istri,
ia bekerja bertugas mengidentifikasi jenis kelamin/sexing pada anak-anak ayam
di berbagai peternakan ayam, berpindah-pindah dari satu negara bagian ke negara
bagian lain. Pada satu waktu, didorong frustasi dan optimisme
American dream, Jacob akhirnya membeli sebidang tanah luas di Arkansas beserta
rumah sederhana dari gerbong kereta di properti itu. Sebidang tanah dengan
ribuan kemungkinan bagi Jacob, sebuah jawaban atas merdeka versi dirinya,
justru dipandang sang istri, Monica, sebagai keputusan gila yang tidak
hati-hati. Pasalnya, seluruh tabungan hasil jerih payah mereka selama belasan
tahun di peternakan habis untuk membeli tanah di entah-berentah, tidak
memikirkan pendidikan kedua anaknya, juga sang bungsu yang menderita penyakit
jantung.
Asimilasi
di Tanah Asing
Jacob telah tinggal
belasan tahun di Amerika. Ia berkeliling dari satu negara bagian ke negara
bagian dan menjadi seorang pekerja peternakan ayam professional. Ia membangun
keluarga kecilnya hingga memiliki dua orang anak di negara ini. tetapi hidup
tidak di tanah kelahiran, dengan orang-orang disekeliling yang sangat berbeda
tidak pernah mudah baginya. Isu yang diangkat film ini memang rumit dan nyata.
Hampir semua orang yang
pernah menjadi perantau di tanah yang benar-benar asing tanpa sanak keluarga
pasti relatable dengan film ini. proses asimilasi tidak pernah mudah. Perbedaan
budaya, bahasa, etnis, dan hal-hal yang telah menjadi identitas masing-masing orang
seringkali menjadi benteng dalam berbaur dengan lingkungan yang baru. Setelah gagal
tinggal di California, keluarga Yi memutuskan pindah ke Arkansas, memulai
semuanya dari nol.
Yang
Terpenting Adalah Keluarga
Film dengan latar
keluarga ini, memberikan gambaran bagi penonton bahwa keluarga sudah cukup
menjadi alasan untuk bertahan. Jacob, dengan mimpi mewujudkan kehidupan yang
baik bagi kedua anaknya, keluar dari zona nyamannya dan membuat jalan baru bagi
keluarganya sebagai seorang pemilik lahan pertanian di Arkansas. Tidak mudah,
tetapi perjuangan keluarga kecil ini dalam bertahan di tengah berbagai situasi sulit
yang tidak terduga, mampu menghangatkan hati penontonnya.
Kisah Minari yang
ternyata diangkat dari kisah nyata sutradara Lee Isaac Chung, seorang anak dari
sebuah keluarga yang bermigrasi dari Korea ke Amerika pada tahun 1980-an. Ia sempat
menerangkan dalam sebauh wawancara, “ketika nenek saya pindah ke Amerika, dia
mulai menanam minari. Kami memiliki lahan pertanian, tetapi nenek hanya menanam
minari untuk kami. Dan itu menjadi satu-satunya tanaman yang tumbuh subur di
lahan.”
Minari, atau peterseli
air merupakan tanaman yang banyak tumbuh di korea. Film ini mengambil judul
minari bukan tanpa alasan. Minari, tanaman kecil yang tetap berusaha tumbuh di
tanah yang asing sebagai representasi dari keluarga imigran dan perjuangan
mereka untuk diterima dan menerima.
Film dengan proporsi
yang pas: tidak sedih berlebihan, penyisipan adegan lucu yang tepat sasaran,
dan pesan-pesan kehidupan yang penuh kesyukuran. Selama tayangan film ini, saya
bisa merasakan pesan yang ingin disampaikan sutradaranya, perihal rumah,
kesulitan para imigran generasi pertama, dan keluarga yang saling menguatkan
dengan kokoh.

1 Komentar
Casino Sites | Play at the Best Casino Sites!
BalasHapusCheck out the top slots & casinos in the UK! Play online slots, table games, choegocasino.com사이트 blackjack 출장안마 & roulette at the best https://septcasino.com/review/merit-casino/ online herzamanindir.com/ casinos.